ZAINALGANTENG
DaerahEkonomi

Program Bedah Rumah 2025–2026 di Desa Sukamaju Terealisasi, Warga Bersyukur Namun Air Bersih Masih Dikeluhkan

×

Program Bedah Rumah 2025–2026 di Desa Sukamaju Terealisasi, Warga Bersyukur Namun Air Bersih Masih Dikeluhkan

Sebarkan artikel ini

Loading

Bogor | Tegaknews.com,  02 Februari 2026 — Program pemerintah tahun anggaran 2025–2026 berupa bedah rumah di Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, telah direalisasikan dan dirasakan manfaatnya oleh warga penerima bantuan. Program ini menyasar rumah-rumah warga yang sebelumnya dinilai tidak layak huni.

ZAINALGANTENG

Salah satu penerima bantuan, Acang, yang akrab disapa Abah Acang, warga RT 003/RW 010 Kampung Cigudeg, mengungkapkan rasa syukurnya setelah rumah miliknya direnovasi melalui program tersebut.

“Rumah saya sebelumnya sudah tidak layak ditempati. Dengan adanya program bedah rumah ini, sekarang kondisinya jauh lebih baik dan aman untuk keluarga,” ujar Abah Acang kepada Tegaknews.com.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga saat ini sebanyak 120 unit rumah di Desa Sukamaju telah direnovasi melalui program bedah rumah pemerintah. Pelaksanaan program disebut berjalan dengan koordinasi antara RT, RW, dan pemerintah desa.

Namun di balik terealisasinya program bedah rumah, warga masih menyampaikan keluhan terkait ketersediaan air bersih yang dinilai belum stabil. Warga berharap pemerintah desa dan instansi terkait dapat melakukan evaluasi serta peningkatan sarana air bersih agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara menyeluruh.

“Air bersih sudah ada, tapi belum stabil. Kami berharap ke depannya bisa lebih baik lagi,” ujar salah seorang warga lainnya.

Warga Desa Sukamaju mengapresiasi upaya pembangunan yang telah berjalan, namun berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik rumah, melainkan juga memperhatikan kebutuhan dasar lainnya, khususnya akses air bersih yang berkelanjutan.

Hingga berita ini diturunkan, Tegaknews.com masih berupaya mengonfirmasi pihak pemerintah desa dan instansi terkait guna memperoleh keterangan resmi terkait evaluasi program dan penanganan persoalan air bersih di wilayah tersebut.

 

 (Agus Budiyanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *